Pentingnya Strainer Flow Meter dalam Pengukuran Minyak di Industri

Pentingnya Strainer Flow Meter dalam Pengukuran Minyak di Industri

 

Masalah umum dalam pengukuran aliran fluida adalah kemunculan kontaminan yang dapat menghambat kinerja sistem. Akibatnya, pembacaan hasil tidak akurat, atau masalah lebih besar, seperti kerusakan alat. Untuk mengatasi tantangan tersebut, inovasi strainer flow meter hadir sebagai solusi.

Alat canggih ini dirancang khusus untuk melindungi sensor flow meter dari partikel-partikel padat. Jadi, aliran tetap bersih dan hasil pengukurannya presisi. Dengan teknologi penyaring, keandalan sistem pengukuran menjadi jauh lebih tinggi, sehingga operasional dapat berjalan lebih efektif.

Komponen Utama pada Sistem Strainer Flow Meter 

Sistem penyaring pada flow meter memiliki bagian-bagian penting yang memiliki fungsi berbeda. Komponen ini bersinergi menciptakan solusi pengukuran aliran yang tangguh dan andal.

1. Strainer Basket (Keranjang Saringan)

Keranjang saringan adalah komponen utama dari filter yang bertugas menyaring partikel padat dari fluida yang mengalir. Dalam sistem water flow meter strainer, komponen ini mencegah serpihan, kotoran, atau endapan masuk ke dalam meteran aliran.

Strainer basket terbuat dari bahan tahan korosi, seperti stainless steel, perunggu, atau plastik dengan ukuran lubang jaring yang bervariasi. Saat fluida mengalir melalui badan saringan, semua partikel padat akan tertahan di dalam keranjang saringan.

2. Strainer Housing (Kepala/Rumah Saringan)

Kepala saringan adalah wadah tempat semua komponen strainer flow meter berada. Housing berfungsi sebagai jalur utama tempat fluida masuk, difiltrasi, dan kemudian keluar menuju pengukur aliran. Material yang digunakan untuk membuat komponen ini harus kuat dan tahan terhadap tekanan.

Desain housing juga bervariasi, mulai dari tipe Y-strainer yang efisien untuk aliran horizontal, hingga tipe T-strainer yang lebih kompak. Komponen ini memiliki port inlet dan outlet yang terhubung dengan pipa. Selain itu, terdapat bukaan besar di bagian atas atau samping untuk akses ke strainer basket.

3. End Cover

End cover adalah penutup yang dilekatkan pada housing untuk mengamankan strainer basket di dalamnya dan mencegah kebocoran fluida. Umumnya, komponen ini berbentuk bulat atau oval.

Dengan adanya meter strainer ini, proses perawatan komponen lainnya menjadi lebih mudah. Tutup tersebut harus dipasang dengan presisi agar tidak terjadi kebocoran di bawah tekanan. Beberapa desain end cover juga bisa dilengkapi dengan fitur tambahan, seperti port drainase.

4. End Cover O-Ring

End cover o-ring adalah segel berbentuk cincin yang terbuat dari bahan elastomer, seperti nitrile rubber atau Viton. O-ring ini ditempatkan di antara strainer housing dan end cover untuk memastikan sambungan kedap air.

Fungsi utama dari o-ring adalah mencegah kebocoran fluida dari celah antara dua komponen tersebut. Kualitas dan kondisi komponen ini sangat penting dalam kinerja strainer flow meter secara keseluruhan.

5. Sekrup dan Mur

Sekrup dan mur berfungsi untuk mengunci end cover ke strainer housing untuk menjamin kekokohan dan kekedapan sambungan. Sekrup ini harus dikencangkan dengan torsi yang tepat untuk menciptakan tekanan yang seragam pada o-ring, memastikan segel yang sempurna dan tidak ada kebocoran.

Pemasangan yang benar juga mempengaruhi arah aliran, karena posisi end cover dapat mempengaruhi strainer flow direction dalam beberapa konfigurasi. Kekencangan baut harus diperiksa secara berkala, terutama setelah perawatan agar sistem tetap aman dan berfungsi dengan baik.

Cara Kerja Sistem Strainer Flow Meter dalam Proses Produksi Pabrik

Water flow meter strainer

Dengan memahami prinsip kerja penyaring, Anda dapat memastikan sistem flow meter berjalan sesuai fungsinya.

1. Proses Aliran dan Penyaringan Awal

Material fluida yang memasuki pipa pertama-tama dialirkan menuju keranjang saringan atau strainer basket. Proses ini sangat penting karena memastikan semua material yang akan diukur oleh flow meter melewati proses penyaringan awal.

Tanpa aliran yang lancar ke keranjang, proses pembersihan material tidak akan terjadi. Hal ini menyebabkan kerusakan pada komponen flow meter yang lebih sensitif di bagian hilir.

2. Penangkapan Kontaminan

Partikel-partikel kontaminan yang lebih besar dari lubang jaring akan terperangkap dan terkumpul di dalam keranjang. Proses ini secara efektif memisahkan partikel padat, seperti karat, serpihan logam, atau kotoran dari fluida.

Penting untuk dicatat bahwa ukuran kontaminan lebih kecil daripada lubang jaring akan tetap lolos dari strainer flow meter. Saringan ini memang tidak dirancang untuk menyaring benda-benda mikroskopis. Akan tetapi, melindungi peralatan dari partikel besar yang bisa menyebabkan penyumbatan atau abrasi.

3. Aliran Fluida Keluar

Setelah melewati proses penyaringan di dalam keranjang, material fluida yang sudah lebih bersih mengalir keluar dari strainer melalui saluran outlet. Dari sana, fluida ini kemudian bergerak menuju komponen lain dalam sistem, seperti flow meter Liquid Controls untuk diproses lebih lanjut.

Proses keluarnya fluida ini menandai selesainya tahap penyaringan awal. Selanjutnya, diukur dengan flow meter yang sensitif terhadap adanya partikel padat.

Strainer flow meter memiliki peran penting dalam lingkungan industri, terutama yang rentan terhadap partikel padat. Alat ini mencegah penyumbatan, keausan, dan kerusakan pada komponen internal yang sensitif.

 
 

Related News

Karakteristik Aliran Flow Meter
PT BAS

Karakteristik Aliran Flow Meter

Thu, 05 December 2024
KWH Meter-Pengertian, Jenis dan Perbedaannya
PT BAS

KWH Meter-Pengertian, Jenis dan Perbedaannya

Tue, 04 February 2025
5 Tips Dapatkan Harga Flow Meter Fast-Flo Lebih Murah
PT BAS

5 Tips Dapatkan Harga Flow Meter Fast-Flo Lebih Murah

Mon, 03 February 2025