Flow Meter: Definisi, Fungsi, dan Jenis

Flow Meter: Definisi, Fungsi, dan Jenis

 

Sebuah flow meter bekerja dengan mengukur jumlah cairan, gas, dan uap yang melalui alat dan sensor. Biasanya diletakkan diantara pipake pipa, atau bisa juga ditempelkan pada pipa. Butuh cara pengaplikasian yang spesifik agar proses kontrol dan kombusi bisa lancar. Mulai dari penggunaan satuan hingga penggunaan variable berganda. Ini adalah opsi dari alat perhitungan aliran yang didesain dengan memperhatikan fungsionalitas, akurasi, dan juga harganya. Sensor yang lebih akurat, tetap akan lebih mahal ketimbang yang lain.

 

Berbicara soal sensor aliran, kami menyebutkan sebagai flow meters, Anda perlu tahu lebih banyak soal alat ini karena dapat menjadi sarana untuk memajukan industri yang sedang dijalankan. Data yang dihasilkan dari setiap aliran dalam pipa ini sangat vital. Maka dari itu, Anda yang mulai menjalankan bisnis tertentu yang berkaitan dengan setup air dan gas perlu tahu ini semua agar tidak rugi akibat hasil pengaliran yang tidak akurat. Dengan demikian, kami akan mulai dari pembahasan definisi dari alat ini lebih dulu.

 

Definisi dari Flow Meter dan Bagaimana Proses Pemanfaatannya?

 

Flow meters mengukur volume atau massa dari setiap cairan, gas, dan uap yang melewatinya. Demikian definisi yang paling simpel dan paling menggambarkan cara kerja dari alat yang akan diaplikasikan di dalam pipa nanti. Tetapi masih banyak yang penting. Flow meter ini bekerja dengan principle yang bertujuan agar hasil perhitungan sesuai kondisi yang berbeda bisa akurat. Misalnya dalam 1 menit ada 100 liter yang melewati. Maka perhitungannya adalah berapa massa jenis dan jumlah kandungan lain dalam 100 liter itu.

 

Jadi, jumlah air tidak akurat 100 liter karena akan dikurangi beberapa elemen lain tersebut. Ada juga beberapa alat yang digunakan untuk perhitungan minyak dan solar. Jadi, agar Anda semakin paham soal tipe-tipe dan fungsinya, akan kami bahas secara lengkap di bawa ini.

 

Fungsi dari Flow Meter yang Perlu Anda Ketahui Lebih Dalam

 

Tetapi sebelum kita membedah terlalu jauh, akan sangat menarik jika kita melihat dulu apa saja fungsi yang ditargetkan bisa didapatkan setelah pemasangan sensor di dalam pipa. Jadi, beberapa fungsi utama dari alat yang kita kenal dengan sebutan flow meter ini adalah:

 

1. Quality Control

 

Kehadiran alat ini menjadi parameter esensial di semua tempat pengaplikasiannya. Entah itu gas ataupun cairan, maka jumlah dan akurasi pengalirannya harus pas. Jika ada yang kelebihan atau kekurangan, maka bisa mengganggu kinerja keseluruhan.

 

2. Mendukung Produksi Minyak dan Gas

 

Produksi minyak dan gas juga akan terpengaruhi oleh kehadiran flow meter. Produksi minyak dan gas harus memenuhi kadar persentase dan komposisi yang pas. Jika salah sedikit saja bisa membuat kualitas produksi minyak dan gas menjadi menurun.

 

3. Kesehatan dan Keamanan

 

Meskipun terdengar tidak nyambung, tetapi pada nyatanya ada kaitan antara alat ini dengan kesehatan dan keselamatan di tempat usaha. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman itu harus memastikan seluruh alat bekerja dengan efisien dan tepat.

 

4. Efisiensi Biaya

 

Flow meter juga membantu kawasan industri dalam hal efisiensi biaya. Jika tidak ada alat ini, maka akan lebih banyak pengeluaran yang diakibatkan oleh banyaknya aliran liquid yang loss, dan tidak semua ini sesuai dengan apa yang mesin itu butuhkan.

Dengan adanya Flow Meter, terutama yang sesuai, maka seluruh cairan yang tersalurkan akan pas. Tidak ada yang berlebihan dan bisa membuat pengeluaran yang lebih banyak. Artinya, semua ini sudah diatur untuk meningkatkan efektivitas.

 

Jenis-Jenis Flow Meter dan Mana yang Anda Butuhkan?

 

 

Bukan hanya 1 jenis, setiap flow meters memiliki performanya masing-masing. Satu jenis alat ini bisa saja cara kerjanya hingga fungsinya sangat berbeda. Maka dari itu, ini adalah sejumlah tipe dari flow meters dan Anda tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan, antara lain:

 

1. Coriolis Flow Meter

 

Dikenal dengan akurasi dan penggunaan yang luar biasa, Coriolis adalah salah satu jenis alat pengukur variable yang paling banyak dipilih. Dengan 1 sensor Coriolis saja, ini bisa digunakan untuk mengukup aliran massa, volume, hingga tekanan.

 

2. Electromagnetic Flow Meter

 

Ada juga yang menggunakan sistem electromagnetic, dimana hampir semua sistem ini merupakan cairan konduktif sehingga hanya cocok untuk melakukan pengukuran zat kimia, cairan asam, hingga obat cair. Akurasinya tidak terpengaruh temperatur.

 

3. Positive Displacement Flow Meter

 

Ada juga alat yang dipasang khusus untuk mengukur volume yang melewati alat dan sensor yang dipasang dalam pipa. Kalibrasi dan toleransi data pengukuran harus dilakukan. Biasanya hasil pengukurannya dikali 1% dulu untuk nilai kurang lebih.

 

4. Turbine Flow Meter

 

Kalau yang satu ini juga tidak kalah canggih. Menggunakan motor untuk menggerakkan turbin ke semua arah, dan rotasi ini yang memberikan pengukuran yang proporsional. Tetapi semua tergantung dengan flow rate cairan.

 

5. Ultrasonic Flow Meter

 

Gelombang ultrasonik juga bisa digunakan sebagai alat pengukuran yang populer. Ini biasanya lebih diperuntukkan ke penggunaan penggunaan air, makanan, cairan kimia, hingga kebutuhan industri lain. Hasil pengukurannya juga sangat akurat.

 

6. Variable Area Flow Meter

 

Ada 2 tipe variable area, yang pertama adalah yang menggunakan VA Meters dan satu lagi menggunakan rotameters yang lebih canggih. Kegunaan alat pengukuran yang satu ini lebih ke menggunakan ujung yang tajam untuk mencari elemen lain.

 

7. Vortex Flow Meter

 

Kalau prinsip pengukuran alat Vortex ini adalah pada jalur pusaran dan ditambahkan dengan teknologi DP. Ketika melewati sensor, teknologi ini akan membentuk pusaran kecil dan dari jumlah pusaran yang terbentuk jadi hasil pengukuran laju aliran.

 

8. Open Channel Flow Meter

 

Open Channel ini sebenarnya sudah jarang digunakan, tetapi selalu dipasang untuk menjadi alternatif jika alat sensor utama tidak efektif atau ada yang rusak. Teknik ini pipa yang tersalurkan ke saluran air lain, itu sebabnya disebut Open Channel.

 

9. Heat / BTU Flow Meter

 

Kalau yang sebelumnya lebih banyak soal air hingga gelombang, yang kalau ini adalah memanfaatkan uap air panas atau energy thermal untuk mengecek laju aliran dari sistem. Heat / BTU ini mengecek perubahan temperatur biasanya pada gas.

 

10. Thermal Mass (Calorimetric) Flow Meter

 

Untuk properti thermal lainnya, ada yang disebut dengan Calorimetric. Kalau untuk yang kecil hanya perlu BTU, tetapi jumlah gas yang melimpah sebaiknya Calorimetric. Sistem yang satu ini dikenal bisa sesuaikan massa aliran dengan kandungan lain.

 

11. Insertion Flow Meter

 

Yang satu ini juga sering digunakan pada pipa bor besar dengan alasan efisiensi biaya dan kecepatan pemasangan. Inserting ini juga disebut dengan istilah Hot Tapping karena alat sensornya disisip ke dalam pipa menggunakan teknik pengeboran.

 

Dimana Tempat Membelinya yang Terbaik?

 

Dengan mengetahui sebanyak 11 alat canggih tersebut, maka kini sudah saatnya Anda kunjungi toko Badja Abadi Sentosa agar tidak mendapatkan yang kualitasnya biasa saja. Di toko ini, pilihannya sangat banyak dan Anda bebas memilih yang dirasa paling dibutuhkan. Jangan salah tempat ketika memilihnya agar menghindari pengeluaran yang lebih banyak lagi kedepannya. Alat pengukuran ini memang ada banyak jumlahnya. Sebaiknya cari tahu dulu seperti apa cara yang tepat mendapatkan flow meter dan sesuaikan dengan jenisnya.

 
 

Related News

Mengenal Flow Meter Solar Beserta Tipe dan Instalasinya
PT BAS

Mengenal Flow Meter Solar Beserta Tipe dan Instalasinya

Sat, 08 July 2023
Alasan Electromagnetic Flow Meter Wajib Anda Gunakan
PT BAS

Alasan Electromagnetic Flow Meter Wajib Anda Gunakan

Sun, 12 November 2023
Ultrasonic Flow Meter, Prinsip Kerja, Jenis, dan Kelebihannya
PT BAS

Ultrasonic Flow Meter, Prinsip Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

Sun, 12 November 2023