Apa Itu Meteran Air?

Apa Itu Meteran Air?

 

Meteran air atau flow meter air mempunyai beragam fungsi maupun kegunaan tergantung tujuan penggunaan, jenis, dan kapasitasnya. Ada kapasitas kecil, sedang, besar yang disesuaikan dengan tempat pemasangannya. Jika digunakan pada apartemen atau perumahan, maka menggunakan meteran air kapasitas kecil. Jika restoran, rumah makan, memakai yang kapasitas sedang. Sedangkan kapasitas besar untuk pabrik, atau industri besar lainnya.

Menggunakan Meteran air dapat menentukan berapa besarnya rupiah yang perlu dibayar atas pemakaian air setiap bulannya. Maka dari itu, menggunakan air harus secara bijaksana supaya tagihan tidak membengkak karena boros. Terlebih jika Anda berlangganan air bersih dari PAM, jadi harus pintar – pintar mengatur tingkat konsumsi air. Anda dapat mengetahui besarnya pengeluaran air setiap bulannya lewat display Meteran air

 

Pengertian Meteran Air atau Flow Meter Air

 

 

Meteran air merupakan alat instrumen yang dipakai untuk mengukur aliran air dari PDAM atau PAM, yaitu dengan cara menghitung banyaknya aliran air dari jaringan pipa PDAM ke pelanggan. Meteran air mudah ditemukan pada beberapa rumah ataupun apartemen jika penghuninya berlangganan air PDAM. Melalui meteran air, maka konsumen dapat mengetahui data pemakaian air pada periode tertentu.

Cara kerja Meteran air melalui koneksi dengan pipa PDAM, sensornya berupa turbin, indikator akan bekerja dengan prinsip mechanical register. Nantinya, aliran air dari pipa akan menuju body water meter. Sehingga sensor berupa turbin akan berputar, kemudian diteruskan ke indikator supaya ada gerakan angka. Gerakan angka pada Meteran air ini menunjukkan jumlah banyaknya air mengalir.

Bahan komponen pembentuk Meteran air harus terbuat dari material yang tidak mudah berkarat, tidak mudah beracun, tahan lama dari material brass. Selain itu berupa non metal atau plastik atau cast iron. Flow meter memiliki indikator di antara ruang aliran air yang menggerakan sensor atau turbin. Kemudian dilengkapi oleh seal agar air tidak masuk ke dalam ruang indikator.

Jika terjadi kebocoran pada ruang indikator tersebut maka performa dari Meteran air akan menurun dan berujung pada kerusakan. Indikator meteran air berjenis mechanical register sendiri biasanya terdiri dari 2 jarum cepat dan lambat. Putaran cepat menunjukkan satuan unit kecil, sedangkan putaran lambat untuk menunjukkan pengukuran unit besar atau satu satuan. Oleh sebab itu, flow meter dilarang diotak – atik karena akan berpengaruh pada tingkat kinerja keakurasiannya.

 

Kelebihan Menggunakan Flow Meter Air

Penggunaan flow meter air memberi banyak manfaat baik dari segi fungsi maupun kelebihannya. Anda dapat merasakan kelebihan berikut jika menggunakan meteran air berkualitas.

 

1. Penghematan Air

Menggunakan meteran air dapat menghemat penggunaan air karena jika terjadi kebocoran pada pipa dapat segera dideteksi lalu diperbaiki. Dengan begitu, pengeluaran tiap bulannya tidak berlebihan karena cukup sesuai kebutuhan.

2. Hasil Pengukuran Jauh Lebih Akurat

Dengan hasil pengukuran yang lebih akurat, maka hanya akan ada tagihan pembayaran sesuai volume penggunaan air setiap bulannya saja. Dengan begitu, dapat meminimalisir terjadinya kesalahan perhitungan.

3. Dapat Mengukur Cairan pada Industri Makanan

Meteran air dapat memaksimalkan hasil produksi pada industri makanan atau minuman. Caranya dengan memakai batching system guna mengukur jumlah air ketika memproduksi makanan atau minuman yang dibuat.

4. Untuk Mengolah Limbah

Dalam proses pengolahan limbah industri, meteran air mampu mengukur seberapa besar penggunaan bahan kimia, contohnya flokulan maupun koagulan. Sehingga, nantinya biaya pengolahan limbah dapat dijadikan sebagai acuan perusahaan.

5. Kinerja Mesin dan Volume Dapat Dipantau

Beberapa perusahaan di bidang manufaktur dapat memanfaatkan flow meter digital untuk mengetahui mekanisme, kapasitas pompa, kompresor, cooling system, dan pengawas aliran air. Perusahaan dapat mengetahui adanya kerusakan dini pada mesin agar segera diperbaiki. Hasil pengukuran Meteran air dapat dipakai dalam bentuk rekaman, penyimpanan data, atau PLC.

 

Jenis – Jenis Meteran Air Berdasarkan Cara Kerjanya

Pada umumnya, masyarakat banyak menggunakan 4 jenis meteran air seperti di bawah ini. Simak penjelasan berikut mengenai apa saja jenis meteran air berdasarkan cara kerjanya.

 

1. Meteran Air Magnetik

Sesuai namanya, cara kerja flow meter magnetik memanfaatkan sistem magnet yang dialiri gelombang elektronik. Hasil informasinya dapat berbentuk data digital agar mudah dicatat oleh petugas setiap periodenya. Flow meter magnetik memiliki keakuratan data cukup tinggi, tingkat deviasi mencapai 0,5%. Tetapi biayanya cukup tinggi, sensornya sensitif terhadap instalasi, kontur tanah, maupun sistem perpipaan.

2. Meteran Air Mekanis

Jenis Meteran air selanjutnya adalah meteran air mekanis, di mana sering dipakai oleh masyarakat Indonesia. Cara kerjanya adalah mengalirkan air hasil gerakan baling – baling atau vane wheel. Proses instalasi flow meter mekanis mudah dan terjangkau, karena tidak perlu memotong saluran pipa. Namun, keakuratan akurasi pengukurannya kurang stabil.

3. Meteran Air Ultrasonik

Dengan menggunakan prinsip ultrasonik, flow meter ini akan bekerja melalui gelombang elektronik. Saat ini, meteran air ultrasonik ada yang berbentuk smart water, seperti pemakaian pada PDAM kota – kota besar. Dari segi biayanya, Meteran air ultrasonic terbilang cukup bersaing secara kompetitif. Hal ini dikarenakan kelebihannya sangat banyak, misalnya memiliki tingkat akurasi tinggi, tidak mempunyai komponen bergerak, dipantau secara real time.

4. Ventury and Orifice Meter

Ventury dapat dipakai di aliran air besar, namun perlu biaya instalasi tinggi karena instalasinya sulit serta berukuran panjang. Sementara Orifice biayanya terjangkau dan mudah dioperasikan. Neiman Orifice rentan mengalami pressure drop tiba – tiba. Keduanya memakai prinsip tekanan dengan cara mengalirkan fluida atau air pada alat instrumen meterannya.

 

Tips Mencegah Tagihan Tinggi Pada Meteran Air

Meteran air yang tidak terawat, justru akan menyebabkan tagihan tinggi karena data pada display tidak mudah terbaca oleh petugas. Sehingga petugas PDAM akan memperkirakan penggunaan air berdasarkan data pemakaian saja. Perkiraan tersebut bisa saja tidak akurat yang menyebabkan tagihan terlalu tinggi atau justru terlalu rendah. Jika terlalu tinggi, pelanggan akan rugi, jika terlalu rendah nantinya pelanggan akan mendapat tagihan kekurangan. Tagihan tersebut disertai perhitungan tarif progresif. Berikut ini tips mencegah tagihan tinggi pada meteran air:

  1. Rutin memelihara air agar instalasi tidak terendam maupun tertimbun karena dicor semen.
  2. Membersihkan kaca pada flow meter agar tetap jernih.
  3. Memastikan Meteran air tidak terhalangi benda berat yang menyebabkan bak meternya terkunci.
  4. Rutin memeriksa aktif tidaknya meteran, apakah berputar balik atau maju mundur.
  5. Memastikan posisi meteran mudah dijangkau oleh petugas pencatat meter.

Selain merawatnya secara rutin, Anda perlu mencari flow meter yang berkualitas di tempat terpercaya, yaitu Badja Abadi Sentosa. Kami melayani jasa service atau perbaikan apabila Anda mempunyai masalah pada produk yang dimiliki. Sehingga tidak perlu khawatir jika tagihan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Karena barang yang disediakan memiliki standar kualitas bagus. Segera hubungi pihak marketing dan dapatkan Meteran air berkualitas.

 

 
 

Related News

Rekomendasi KWh Meter Rumah Kontrakan
PT BAS

Rekomendasi KWh Meter Rumah Kontrakan

Wed, 14 December 2022
Flow Meter Magnetik: Poin Plus dalam Aplikasinya
PT BAS

Flow Meter Magnetik: Poin Plus dalam Aplikasinya

Wed, 14 December 2022
Turbine Flow Meter Working Principle
PT BAS

Turbine Flow Meter Working Principle

Wed, 14 December 2022